Kotak Kaca

Diriku seperti terkurung di dalam kotak kaca di atas ketinggian.
Aku lihat di sekelilingku penuh dengan keindahan dan kenikmatan dunia.
Tapi, jiwaku terpenjara didalamnya, tak tahu di mana jalan untuk keluar dari kotak itu.
Sendiri dan sepi sebagai teman sejati yang menemani hari demi hari.
Yang ku tahu, aku hanya memiliki Engkau ya, Rabb......
Engkaulah tempat hamba bercerita, mengadu, memohon, meratap, dan berharap Engkau sudi mengijabahi tiap2 bait doa yang ku rapalkan sepanjang waktu.
Tunjukanlah jalan itu Ya Rabb.....
Bimbing hati ini.....
Ringankanlah dan langkahkanlah kaki ini untuk menemukan kebahagiaan sejati itu....
Dan semoga......
Ini semua adalah proses metamorfosis dalam diri ini.
Dulu mungkin aku adalah ulat yang di takuti oleh orang - orang karena buluku yang membuat gatal tubuh mereka. Dulu tiap hari hariku penuh dengan kemaksiatan, seandainya Engkau tampakkan dosa dosa itu kepada manusia tak akan sudi mereka mendekatiku.
Dan semoga proses itu sudah ku lalui, sehingga kini Engkau menjadikan diriku layaknya kepompong. Sendiri, tiada satupun yang menemani. Mengasingkan diri dari hiruk pikuk gemerlap dunia. Berat, berat sekali terasa di dalam hati ini di saat tiada seorang pendamping yang menemani dan harus berjuang seorang diri.....
Do'aku......
Kelak aku berharap akan menjadi seekor kupu - kupu yang indah, elok di pandang yang membawa kebahagiaan bagi siap saja yang melihatnya. Meski itu hanya sebentar saja, hanya untuk beberapa waktu....
Ya Rabb......
Aku percaya akan janjiMu
Aku ridho atas semua keputusanMu
Meski saat ini Engkau belum mengijabahi doa - doa ku.
Yakinku.....
Engkau akan memberikan yang terbaik bagi hambaMu yang berserah diri hanya kepadaMu....
Suatu saat nanti....
Ia akan datang dengan cara yang sangat mengagumkan......

Rawu yama Rabu, 11 Mei 2016
Cara melihat jin yang menempel di tubuh

BegInilah Cara Melihat Jin Yang Menempel
Di Badanmu, Sangat Mengejutkan...!!!
�� �� �� �� ������ ��
Saat ini sedang ramai diperbincangkan di
sosial media soal warung makanan yang
menggunakan penglaris Jin. Dan diberikan
tips bagaimana caranya membedakan
warung makan yang menggunakan penglaris
Jin dan yang tidak.
Tapi sayangnya kita sendiri lupa untuk
berpikir apakah sesungguhnya tanpa sadar
kita juga ditempeli oleh Jin tertentu?
Dan sampai saat ini belum ada artikel yang
membahas soal itu.
Nah mungkin sebaiknya kita juga perlu
mengetahui bagaimana caranya agar kita
tahu apakah kita ketempelan Jin atau tidak,
dan Jin jenis apa yang telah menempel pada
tubuh kita selama ini?
Berikut tipsnya:
1. Jika kamu berada di
dalam rumah, berdirilah menghadap ke arah
kiblat, dongak ke atas beberapa saat.
2. Pejam mata rapat2, baca doa sebisa
kamu, dan niat dalam hati utk mengetahui jin
apa yg ada di badan kamu. Tarik nafas
perlahan-lahan, lalu lepaskan perlahan-lahan.
sambil terus mengucapkan doa.
3. Tundukkan kepala dan dengan perlahan
buka kedua2 mata.
4. Lihatlah pada bagian pinggang ke bawah
dibagian kiri atau kanan pinggang bawah.
5. Seandainya ada jin pada tubuh kamu,
kamu bisa mengetahuinya sewaktu kamu
membuka mata dengan cara mengetahui
merk jin tersebut....apakah Lee, Levi's, Lois,
Edwin, Lee Cooper, GA Blue, Wrangler dan
sebagainya.
6. Istigfar Jangan marah.. krn jika kamu
marah2... itu tandanya kamu sudah bener-
bener di tempelin Jin

Rawu yama Kamis, 05 Mei 2016
Kata kata mutiara tere liye


Orang2 yg merindu, namun tetap menjaga
kehormatan perasaannya, takut sekali
berbuat dosa, memilih senyap, terus
memperbaiki diri hingga waktu
memberikan kabar baik, boleh jadi
doa2nya menguntai tangga yg indah
hingga ke langit. Kalaupun tidak dengan
yang dirindukan, boleh jadi diganti yg lebih
baik.
--Tere Liye

Cinta, perasaan suka, dan sejenisnya,
memiliki begitu banyak pintu untuk datang.
Kita, umumnya, lebih sering menggunakan
'pintu mata'.
Tetapi orang2 yg paham, selalu
menggunakan 'pintu hati' dalam bentuk
cinta, rasa suka manapun.
--Tere Liye, buku "Berjuta Rasanya" &
"Sepotong Hati yg Baru"

Saya ingin kurus (tapi tetap ngemil, makan
terus, malas olahraga); itu sama saja
dengan saya ingin dapat jodoh yang baik,
saleh (tapi tetap pacaran, berdua2an,
pegang2an, pangku2an, dsbgnya).
Kan jadinya tidak nyambung nggak, sih?
Atau itu logic masuk akal, saya saja yang
processor dan RAM-nya kurang canggih?
*Tere Liye

Rawu yama Senin, 02 Mei 2016
Cinta sejati itu....

Cinta sejati itu kadangkala dekat dengan
"takut". Saat kita cemas jika cinta itu
ternyata membawa keburukan, tidak-pantas,
tidak sebanding, belum waktunya. Kemudian
membuat kita melakukan refleksi,
memikirkan banyak hal, untuk kemudian
berusaha menjadi lebih baik, agar cinta itu
menjadi pantas.
Cinta sejati itu kadangkala dekat dengan
"keraguan". Saat kita maju-mundur, penuh
tanda-tanya, gelisah, dan ragu-ragu.
Kemudian membuat kita terus memperbaiki
diri, mencari pegangan yang lebih kokoh,
keyakinan, agar berani mengambil
keputusan.
Aduhai, cinta sejati itu kadangkala dekat
dengan "pergi" hingga "melupakan".
Menyibukkan diri, membunuh semua
kerinduan, menjaga jarak, menghindar dan
sebagainya, hingga pergi jauh dalam artian
sebenarnya. Kemudian terjadilah hal
menakjubkan, saat jarak menjadi layu, waktu
menjadi tiada berarti. Semua kembali ke titik
semula saat berjodoh.

*Tere Liye

Rawu yama
MENCINTAIMU DALAM DIAM


MENCINTAIMU DALAM DIAM




Serupa isyarat yang menikahi diam, begitulah aku.
Mendoakan keselamatan untukmu, dan meyakinkan Allah untuk memberi petunjuk bagimu,
Bahwa telah ku mantapkan lahir dan bathinku untuk menjadi pendamping hidupmu.
Mencintaimu dalam diam bukan karena bibirku tak mampu bersuara.
Tapi aku takut apabila terlalu banyak mengumbar cinta,
Membuat cintaku padamu melebihi cintaku pada Alloh.
Meyakinkan Alloh lewat kerja akhlak dan tindak yang baik,
Mungkin bisa menjadi sebuah proses bahwa kepantasanku
Menjadi pendamping hidupmu, bukan sebatas kata kata.
Kita boleh jauh di mata, aku di sini dan engkau di sana.
Namun, dalam yakinku ‘kita menghadap kiblat yang sama’ dan
Sama sama mengharap kesejatian cinta atas kehendakNya.
Dari itu, meski kita jauh di mata, namun dekat di doa. Bukankah itu lebih dari cukup
untuk berkarib ajar kasih sayang dalam naungan ridhoNya?
Percayalah, akan tiba waktunya kita mendewasakan cinta melalui pernikahan.
Asalkan isyarat yang sama sama kita sampaikan pada Alloh benar mampu kita pahami
Sebagai kebijaksanaan pecinta yang saling mencinta.
Jikapun kita tidak berjodoh,
Itu bukan isyarat yang mewujud doa tak diketahui maknanya oleh Alloh.
Tetapi ada saat di mana kita harus memahami satu perkara bahwa
‘apa yang terbaik menurut kita, belum tentu yang terbaik bagiNya’


Rawu yama Minggu, 01 Mei 2016
SEPERTI APA SIH ?


Kalau dulu pas masih kecil, berteman dengan cowok tidak ada rasanya.
Bertemu biasa saja. Kenalan, malu malu, semua seperti sesuatu yang tidak ada yang istimewa.
Tahun berganti tahun, hari berganti hari, dan semuanya
menjadi berubah.
Kini ada sesuatu yang berbeda di hati manakala bertemu dengan dia.
Kalau ditanya sesuatu itu apa, pasti kamu juga
tidak bakalan ngaku itu apa.
Sebab rasanya aneh. Seperti senang seperti bahagia.
Tapi mendadak seperti gelisah dan rindu.
Berubah-ubah tiada menentu.
Kalau ketemu dengannya ada rasa deg degan.
Ada yang bergetar-getar perlahan lahan.
Mendadak gugup tidak bisa mengendalikan ucapan.
Gerak gerik menjadi kikuk. Salah tingkah selalu.
Padahal tidak ada masalah.
Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Tetapi kenapa bisa begitu?
Paling tidak bisa kalau harus menatap matanya.
Bawaannya pengen menunduk terus.
Padahal di tanah juga tidak ada apa apa.
Tapi mata tidak berani menatap, meski hanya sebentar saja.
Kalau mencoba nekad, pasti bawaanya tidak bisa tidur. Kebayang bayang terus tatapannya yang indah, salah salah malah sampai kebawa hingga mimpi.
Duh, dalamnya ya sampai ke dalam mimpi segala.
Nah, inilah yang disebut dengan cinta itu.
Kamu baru saja merasakan gejolaknya.
Merasakan fenomenanya.
Merasakan riuh rendahnya.
 Merasakan kejutan kejutannya.
Hati yang selama ini diam tanpa sentuhan, menjadi
mendadak selalu ingin diperhatikan.
Dulu tidak pernah menggubris soal penampilan.
Aksi tomboi dengan celana panjang dan kaos laki pun tak jadi
masalah.
Tapi kini semua jadi berubah.
Lebih doyan di depan kaca, poles sini poles sana.
Aneka bedak, penghalus, perona wajah sudah akrab menari nari di wajah.
Dandan ala wanita dewasa.
Semua itu demi apa, demi cinta!
Sekarang rajin memakain baju cewek.
Pakai kerudung anggun memesona.
Menghias diri dengan segala yang nampak feminine,agar  semakin cantik dan semakin dilihat bahwa kamu sudahmenjadi remaja.
Hati hati Memiliki Cinta
Sudah banyak di luar sana, remaja yang salah memelihara cinta.
Memberi segalanya, demi sebuah pembuktikan hati, bahwa aku mencintaimu, maka aku adalah milikmu.
Padahal mencintai itu wajar, tetapi memfollow up cinta dengan maksiat itu adalah sesuatu yang kurang ajar.
Cinta pertama bisa jadi hanyalah sekedar naksir.
Melihat dia paling menarik dari sekian banyak teman di
sekolah.
dia paling menawan dari sekian banyak kawan.
Tetapi bisa jadi ia segera hilang seiring waktu berjalan.
Kamu semakin dewasa, dan kamu semakin paham akan dunia.
Bahwa di dunia ini segalanya bersifat sementara.
Senang dan cinta bisa berubah menjadi sedih dan perih. Maka mencintai di awal remaja jangan terlalu tergila-gila.
Jangan terlalu asyik dengan madunya,
karena bisa jadi itu hanya tipuan mata.
Dia tidak setulus yang kamu kira.
Dia hanya main main kata indah yang terdengar telinga.
Jadi hati hatilah memiliki cinta.
Cintailah Allah saja, dengan begitu Allah akan menumbuhkan cinta halal untuk mu, dia dan orang yang kita cinta.


                                                                        Burhan Shadiq

Rawu yama
TERIMA KASIH KAMU

TERIMA KASIH…




ENTAH 

Entah akan kumulai dari mana tulisan ini….. Akupun tak tau kapan rasa ini muncul…… Yang ku tahu aku hanya ingin mengucapkan terima kasih….. Ya, hal ini aku yakini tidak terjadi karena suatu kebetulan semata, akan tetapi semua ini merupakan skenario yang di ciptakan oleh Sang Pemilik Hati.
3
Semua berawal dari keinginan dan rasa rindu untuk menyempurnakan separuh agama ini, dari keinginan orang tua untuk segera mempunyai seorang menantu. Yang kemudian niat itu di utarakan kepada saudara untuk mencarikan pasangan hidup. Sampai suatu hari diberikannya nomor telepon seorang gadis yang aku belum pernah mengenal sebelumnya. Seperti biasa, aku menanggapi ini semua dengan santainya dan masa bodo dengan itu semua. Aku juga tak ingin segera mencari tahu tentang gadis itu, karena kebetulan pula saat itu handphone sedang rusak….. “Ah, entar aja kali aku coba mengenalnya..” gumamku dalam hati. Sampai – sampai saudaraku ngomong “udah kenalan belum?” Dengan enteng saja ku jawab “ Belum sempat kenalan, cz hape lagi rusak mbak!!!” Sebenarnya itu hanya alasan ku saja untuk mengulur waktu.

PERKENALANKU

Sampai suatu malam….. aku mencoba untuk mengenalnya melalui sms…. Ya, semua hanya berjalan seperti normalnya orang kenalanan, Tanya nama, kerjaan, dsb. Itupun tak lama cuma tiga sampai empat kali sms udah gitu saja. Tak ada yang special, kecuali hanya satu hal, yaitu cueknya dia yang membuat penasaran….. huft……. Hingga suatu saat aku meminta akun social media miliknya. Ku sodorkan terlebih dahulu PIN BBM punyaku, dan sama respon dia seperti biasa tak membalas dan terlihat cuek. Lain hari aku bertanya lagi untuk meminta PIN BBM miliknya, ah…. Lagi lagi sama ia pun tak memberinya. Akhirnya, dari searching nomor hapenya, ternyata ia mempunyai akun di LINE. Ah…. Akhirnya ketemu juga akunnya pikirku, mulailah kembali obrolan lewat chatting di LINE, dari sini aku tahu photo profilnya, yah, tepatnya wajahnya seperti apa!!! Satu kata yang terlintas di pikiran ini “cantik” iya sih dia cantik, tapi ia berbeda dari criteria gadis yang selama ini aku cari… “ya… ternyata”. Dari dulu aku selalu mendambakan seorang gadis yang anggun dengan pakaian longgar yang menutupi seluruh tubuhnya dengan hijabnya. Tapi entah kenapa hati ini masih ingin terus untuk mengenalnya lebih jauh… Lalu obrolan berlanjut dengan candaan konyol yang kadang terasa basi dan memuakkan yang aku lakukan.
Dan akhirnya aku kembali meminta PIN BBM miliknya, kali ini ia merespon dan memberikan PIN miliknya. “Ah, senang nya hati ini” mungkin itu yang terlintas dalam hati ini. Akan tetapi lama - lama aku mulai bimbang dengan ini semua apakah benar – benar ia merespon apa yang selama ini aku lakukan?? Ya, hal ini karena selama obrolan ia kurang merespon, ia tidak akan bertanya jika aku belum mulai bertanya, ia seperti tak ingin mengenalku lebih jauh, cueknya dia yang hanya membalas hanya dengan kata kata yang singkat, bahkan tak membalas obrolan. “Apa aku harus mundur saja dari dia!” pikirku. Tapi aku sendiri tak bisa mengendalikan rasa keingin tahuan ku lebih jauh tentang dia. Aku mulai mencari tahu lebih banyak tentang dia lewat beberapa akun miliknya seperti di Facebook dan Instagram miliknya. Aku mulai pasrah ingin mundur saja, tapi lagi lagi itu tak bisa membuatku melupakannya, aku mencoba mengesampingkan itu semua aku belum ingin menyerah. Jika kamu tahu, sebenarnya hanya satu hal saja yang membuatku tidak ingin menyerah, ya…. Hanya satu hal….. Entah kenapa setiap memikirkanmu disana Alloh juga ikut bersamamu. Aku tak tahu kenapa ini semua bisa terjadi, dia berbeda dengan wanita wanita lain yang pernah singgah di hati ini.

PERUBAHANKU

Saat aku mengenalmu, aku semakin mengenal Tuhanku,
Saat aku berusaha dekat denganmu Tuhanku seperti ikut mendekatiku,
Saat aku memikirkanmu, Tuhan selalu terlintas dalam pikiran ini,
Saat aku mulai merindukanmu, aku juga merindukan Tuhanku,
Dan di saat aku mulai mencintaimu, rasa cinta kepada Sang Pemilik Hati tak bisa di bendung lagi.
Sejak saat itu aku berubah, Aku seperti di lahirkan kembali, belum pernah aku merasa sebahagia ini, dulu sulit sekali menghadirkan Alloh di setiap shalat, khusyu` dalam beribadah itu sesuatu yang sangat sulit, tapi kini aku mulai menikmati saat - saat beribadah kepada Alloh, terasa sangat rasa rindu ini kepadaNya. Aku selalu menunggu saat waktu shalat tiba, ingin sekali rasanya bermunajat, berbicara, mengadu, berdoa, menumpahkan segala isi di hati ini di hadapanNya. Bahkan tak jarang air mata ini meleleh membasahi tempat sujud…. Ah…. Terasa nikmat sekali rasa di dalam hati ini. Belum pernah aku merasa sebaik ini sebelumnya. Dulu aku sulit sekali untuk bisa beristiqamah dalam membaca Al Qur`an, kini setelah aku mengenalnya dan semakin dekat dengan Alloh terasa ada yang kurang bila sehari saja tidak membaca kalam kalamNya. Ini pertama kalinya di luar bulan Ramadhan aku mampu mengkhatamkan Al Quran dua kali… terasa kurang memang. Tapi bagiku ini sudah menjadi perubahan besar, dulu paling hanya sekali saja diluar bulan Ramadan aku mampu mengkhatamkan Al Qur`an. Itupun kalau tidak di paksa dan waktunya sudah mepet mendekati bulan ramadhan gak bakalan kelar, huuuh….. Dan Alhamdulillah hari ini selepas shalat tahajud aku mengkhatamkannya. Itu baru dua hal yang merubah hidupku setelah aku mengenalnya. Masih banyak hal hal yang merubah hidupku menjadi lebih baik. Alhamdulillah Ya Alloh, semoga hamba bisa Istiqomah berada di jalanMu, semakin dekat denganMu, dan semakin bertambah rasa cinta ini kepadaMu. Aamiin…….Ya Robbal`alamiin…..
Dari perubahan yang terjadi dalam diri ini, satu hal yang terasa sangat special. Kenapa aku bilang special, itu karena hal ini adalah yang paling sulit dalam hidupku untuk melaksanakannya. Ia adalah Tahajud di sepertiga malam terakhir, dahulu hanya untuk sekedar bangun pagi saja mesti menggunakan alarm yang berulang kali mesti di nyalakan. Kini entah mengapa setelah mengenalnya aku selalu terbangun di sepertiga malam terakhir, awalnya memang sulit untuk menunaikannya, tetapi dengan niat yang kuat kini sudah mulai terbiasa dengannya. Terasa aneh memang, tiap malam aku menjadi kurang nyenyak saat tidur, berkali kali aku terbangun dari tidur karena menunggu waktu untuk shalat malam… kurang tidur yang berkualitas sih mungkin… tapi hal ini sangat menyenangkan dan lebih menenangkan hati. Sekali lagi Alhamdulillah Ya Alloh atas nikmat ini, hamba selalu bersyukur atas segala nikmat yang Engkau berikan. Dan entah sudah berapa banyak lagi perubahan perubahan yang terjadi dalam diri ini. Tapi yang pasti perubahan ini membawaku menjadi seorang muslim yang lebih baik, dan jauh lebih baik dari aku yang dahulu. Mulai dari perubahan sikapku, pendiamku untuk menghindari perkataan yang sia sia, mulai tidak ketergantungan lagi saat menonton acara televisi, pandangan mata ini menjadi tidak liar lagi, dan berhasilnya terlepas dari kemaksiatan yang biasa ku lakukan, serta masih banyak lagi perubahan yang terjadi…. Alhamdulillah ………….

MUNCULNYA RASA ITU

Ada hal lain yang terasa aneh, aku katakakn kenapa aneh karena pada suatu hari saat aku kepikiran oleh dia jantung berdegub kencang, dan itu selalu berulang setiap kepikiran dia. Aku berpikir ada apa gerangan dengannya? Atau ini hanya perasaan ku saja? Tak tenang rasanya hati ini. Apa aku mesti menelponnya malam ini? Gumamku. Dan malam telah tiba, meski di rumah sedang ada acara aku mencari kesempatan waktu untuk menelponnya. Dan apa yang terjadi? Dia tidak mengangkat teleponnya!! Yaaa…. Kecewa rasanya……. Hmmmmm…… lalu tiba tiba setelah sekitar 30 menit kemudian ia miscall ke hape ku, ah… akhirnya ia merespon juga… Meski saat itu aku sedang sibuk, aku menelponnya, dan pertama kalinya saat itu aku mendengar suaranya. Walau cukup singkat kami berbicara basa basi seperti layaknya baru berkenalan, aku harus menutup telepon karena saat itu aku sedang sibuk. Tapi aku berjanji kepadanya untuk menunggu 10 menit lagi aku akan menelponnya. Setelah ada waktu longgar aku menelponnya kembali. Tapi, seperti saat pertama aku menelponnya, susah sekali untuk menelponnya karena tak pernah tersambung. Ah, sedih rasanya, apa ia nggak suka aku menelpon, apa ia marah karena aku menutup telepon atau??? Pikirku. Ku coba kembali menghubunginya, dan kali ini berhasil tersambung… akhirnya….dan yang membuatku aneh adalah nada suaranya yang terdengar sumbang seperti ada kesedihan di dalamnya. Ku coba untuk bertanya kenapa kok sepertinya sedih? Ia mencoba terbuka dan mencurahkan semua kesedihannya, terdengar dari suaranya bahwa ia menitikkan air mata. Sedih juga aku mendengarnya, akupun mencoba untuk menjadi pendengar yang baik sembari memberi motivasi kepadanya dan supaya ia bersabar dari segala kesedihannya. Belum juga selesai ngobrol kakaknya menghubunginya, ya mungkin kakaknya lebih bisa menenangkan hatinya daripada diriku yang baru saja di kenalnya. Akupun mengakhiri percakapan denganya dengan rasa yang menggantung di dalam hati. Tiba tiba aku berpikir, apa ini yang dinamakan cinta, kita bisa merasakan apa yang di rasakan oleh seseorang yang kita cintai. Ataukah ini hanya kebetulan semata. Semalaman aku jadi susah tidur, selalu kepikiran dia yang di sana sendirian dalam keadaan sedih, ingin sekali rasanya menemaninya dan menghiburnya. Tapi apa daya jarak jualah yang memisahkan… Hanya do`a yang mampu aku lakukan semoga ia baik - baik disana, dihilangkan semua kesedihannya dan ia mampu untuk bangkit lagi .
Mulai saat itu aku merasakan ada yang berbeda dengan diriku dan dirinya. Dia seperti sedang menghindar, begitu pula dengan aku. Aku mulai susah untuk menghubunginya, sms tak pernah dibalas, tak pernah lagi online, susah untuk menelponnya, karena tak bisa tersambung sekalinya tersambung nggak pernah di angkatnya. Aku menjadi tambah khawatir akan dirinya, apakah ia baik baik saja disana? Atau ia berusaha untuk menghindar dariku?

UNGAKAPAN RASA INI

Di saat ia sudah mulai aktif kembali, aku coba untuk memberanikan diri mengungkapkan segala rasa di hati. Sekalian ingin memastikan apakah ia juga memiliki rasa yang sama seperti apa yang aku rasakan. Jika ia tidak memiliki perasaan sama aku bisa mundur perlahan dengan hati yang tenang. Dan seperti apa yang aku pikirkan, ia hanya menjawab “entahlah, aku tidak tau!”. Ya….. mungkin ini jawaban dari do`a doa ku selama beberapa minggu ini. Keesokan harinya selepas menunaikan shalat tahajud aku kembali berpikir, “apa ada yang salah dengan perkataan ku tadi malam?” pertanyaan itu terus menggelayut di dalam hati dan pikiran ini. Aku harus meminta maaf padanya. Ku buka handphone, dan meminta maaaf atas apa yang aku utarakan kemarin malam. Tapi tak pernah ada respon darinya, tak pernah ada kata memaafkan darinya. Pun hingga saat aku menulis ini, belum terucap kata memaafkan darinya. Ini adalah hal yang sangat membuatku sedih, aku takut telah membuat kesalahan. Aku tak ingin membuat seseorang tersakiti hatinya akibat perkataan ku, apalagi kepada seorang wanita. Karena aku sangat menghormati seorang wanita. “ Wanita Itu Keren Banget, Memukau!! Saat Kecil Ia Membuka Pintu Surga Buat Ayahnya. Saat Dewasa Ia Menyempurnakan Agama Suaminya. Dan Saat Jadi Ibu, Surga Berada di Kakinya. “.

MAAF

Sampai saat ini aku masih berusaha untuk meminta maaf kepadanya. Aku sedang memikirkan apa yang dapat aku lakukan untuk dapat dimaafkan dari semua kesalahan ku. Mungkin aku tak bisa tenang dalam menjalani hidup hingga mendapatkan maaf darinya. Maaf Ay, akan semua kesalahan aku selama ini dari yang aku ketahui kesalahanku dan dari kesalahan yang aku tidak mengetahui dimana letak kesalahanku. Aku harap kamu mau memaafkan ku. Aku harap kita masih bisa menjaga silaturahim ini. Aku harap semua berjalan normal seperti dahulu Aku harap kalaupun tidak bersamaku, kita bisa berteman Aku harap kita bisa saling menghibur dan menasehati, bila kita sedang bersedih Aku mengharap maaf darimu Karena aku masih membutuhkanmu untuk memperbaiki diri ini yang masih labil ini.

CINTA DALAM DIAM

Seorang penulis novel pernah berkata “Bagi orang orng yang memendam rindu, mencintai dalam diam, maka apa – apa yang ditunjukannya hanyalah bagai Gunung Es di dalam samudera, hanya memperlihatkan pucuk kecil dari betapa besar perasaan itu di bagian dalamnya. Beesarrr sekali yang tersembunyi. Tapi bagi tukang gombal yang berceceran perasaannya di mana – mana, maka apa – apa yang di perlihatkannya itu justeru adalah semuanya, itupun di kali dua dengan lebay dan kepalsuan. Tidak ada lagi yang tersisa di dalamnya. Sudah di obral habis. (Tere Liye)
 Dan mulai saat ini ku ingin melepaskanmu dari pikiran ini, menyederhanakan perasaan ini, karena kini ku tahu, melepaskan dengan tulus sesuatu yang sangat kita inginkan tidak selalu berarti kita lemah. Melainkan sebaliknya, kita sangat kuat untuk membiarkan sesuatu itu pergi. Kita sangat kuat untuk meyakini bahwa besok lusa, jika memang berjodoh pasti akan bertemu. Kalaupun dia tidak tahu kita menyukainya Kalaupun dia tidak tahu kita merindukannya Kalaupun dia tidak tahu kita menghabiskan waktu memikirkannya. Maka itu tetap cinta. Tak kurang se senti pun perasaan tersebut Bersabar dan diam lebih baik. Jika memang jodoh akan terbuka sendiri jalan terbaiknya. Jika tidak, akan diganti dengan orang yang lebih baik.

PROPOSAL CINTAKU

Pernah suatu hari disaat diri ini begitu mendambakan seorang pendamping hidup, merindukan sosok yang akan menyempurnakan separuh agama ini,menyampaikan sebuah proposal. Yah, ku tulis sebuah proposal cinta yang ku tujukan kepada Sang Pemilik Hati.

Ya, Robb…….. Telah lama aku terjerembab pada sesuatu yang Engkau tidak sukai. Oleh karena itu aku ingin sekali bercerita kepadaMu. Berkeluh kesah atas apa yang aku alami saat ini. Karena hanya Engkau lah sebaik baik tempat kembali. Sebelum semuanya terlambat. Sungguh aku yakin Engkaulah yang menggugah hati nurani ini, untuk segera kembali kepadaMu dan berjalan pada koridor kebenaran. Hanya atas izin Engkau hati nurani manusia akan di buka atau di tutup serapat rapatnya. Ya, Robbul „Izzaty… Banyak sekali kesalahan yg telah aku lakukan. Sungguh aku merasa malu atas dosa yg telah aku perbuat. Tapi aku yakin pintu taubat masih terbuka lebar untuk hambamu.
Dulu aku salah dalam mengartikan sebuah perasaan cinta. Dalam benakku cinta itu harus di ungkapkan, agar orang yang aku cintai tahu. Kemudian kami menjalin hubungan yang tidak jelas arah dan tujuannya. Semakin ku ungkapkan perasaan itu semakin berkurang rasa cintaku kepadanya. Namun kini aku semakin sadar, bahwa usiaku tidak remaja lagi. Saatnya aku mengakhiri permainan dan lelucon kanak kanak itu. Aku mulai merindukan sesosok jiwa yang katanya bagian dari tulang rusuk ini. Terasa ada yang kurang dalam jiwaku, terasa sudah tak mampu lagi aku menahan gejolak yang meletup letup dalam diriku.
Kala itu, ada seorang saudara yang memberikan nomor hp seorang perempuan. Entah mengapa, hatiku mulai berbicara, dan mentransferkan perintah pada otak untuk segera menggerakkan tanganku untuk menghubunginya. Sebuah hal yang rasanya tidak mungkin aku mengetahui siapa dia. Berbekal niat, kemauan, dan keyakinan akupun mulai menghubunginya. Tak lama kemudian aku menghubunginya. Aku tak menyangka bisa secepat itu aku bisa menghubunginya di dunia yang tak tahu ujungnya, ya meski hanya di dunia maya. Semua ini atas izin Engkau ya Alloh, Sang Pembuat Skenario yang begitu luar biasa. Aku mencoba mencari informasi sebanyak banyaknya tentang dia. Aku merasakan hal menarik hatiku untuk mengenalnya. Apa yang aku cari ada dalam dirinya.
Ya Robb, hati kecilku mulai menari nari. Seperti ada harapan yang menghampiri setelah pertarungan batin yang begitu hebat. Akupun berusaha memberanikan diri untuk menghubuginya, terasa malu hati memang. Namun apa lagi yang bisa kuperbuat selain berdoa dan berusaha. Aku hanya ingin berusaha Ya Rabb, untuk memecah ketidak mungkinan itu. Sungguh aku yakin, janji Engkau adalah benar. Bahwa Engkau tidak akan merubah suatu kaum, sampai kaum itu mau merubahnya sendiri. Inilah usahaku untuk memperjuangkan pilihan yang terbaik menurut Engkau. Keyakinanku, bahwa tidak ada hal yang kebetulan, karena semua telah engkau skenariokan termasuk bagaimana aku bisa menemukannya. Meski masih samar samar, namun inilah kisi kisi hidup yang Engkau berikan. Sungguh kebesaranMu akan membawaku pada jawaban atas kisi kisi itu. Ya, Rabb, maafkan aku. Mungkin aku seperi membuka jalan untuk bermaksiat, namun akupun takut dia telah memiliki hati yang sedang di incarnya. Dia begitu acuh kepadaku dan hanya seperlunya saja. Dia tidak bertanya banyak tentangku. Dia tidak berbicara sebelum aku bertanya. Argh… mungkin dia tidak tertarik kepadaku. Mungkin ia telah memiliki pujaan hati lainnya. Mungkin aku sudah terlambat…… Banyak sekali pertanyaan yang muncul di benakku, bahkan akupun berpikir apakah aku harus menyerah? Rasanya ingin mengatakan langsung apakah dia mau bersamaku, namun aku takut dia justru tambah tidak menyukaiku. Serba salah aku dibuatnya. Lantas apa yang harus aku lakukan? Akhirnya akupun memutuskan untuk sejenak tidak menghubunginya. Mulai saat itu juga aku simpan rapat rapat rasa penasaranku itu. Biarlah hanya Engkau yang tahu Ya Rabb…
Belum pula aku mengetahui, apakah dia memiliki agama yang baik dan mempunyai akhlaq yang baik. Namun aku tidak bisa memendam keinginan untuk membuka hp dan menghubunginya kembali. Aku takut dia berpikiran yang pada akhirnya hanya akan merendahkan derajatku sebagai laki laki. Aku hanya bisa memberikan sinyal sinyal melaluyi sms dan media social. Dia terlihat masih saja diam, dan dia seperti sibuk dengan yang lainnya. Rasa ingin menyerahpun kadang menghantui. Tapi aku sadar Ya Rabb, tidak ada yang tidak mungkin atas izinMu. Selau ada harapan disaat aku selalu bergantung kepada Mu. Saat ini aku hanya bisa berusaha dengan sangat hati hati dan berdoa, karena saat menyimpan nama seseorang dalam hati dia bisa hilang begitu saja, hati mudah berbolak balik. Namun jika menyimpannya dalam doa, maka dia akan tertanam di langit.
Ya Rabb, hamba yakin Engkau mengetahui apa yang didalam pikiranku saat ini. Aku merasa sudah saatnya menyempurnakan agamaku. Aku sudah tidak ingin terjerumus kedalam kemaksiatan. Aku ingin segera terjaga diri ini yang telah ku benahi jauh jauh hari. Ya Rabb, jika keinginanku untuk menikah memang pada saat yang tepat, maka ridhoilah.
Aku merasa penasaran dengan “DIA” meski aku tidak mengenalnya, begitu pula “DIA”. Namun aku yakin atas izin Engkau entah dengan cara apapun, entah dari jalan manapun, jika memang aku dan “DIA” berjodoh maka Engkau akan pertemukan. Namun , jika tidak jangan jadikan hati ini rapuh, sakit dan melampaui batas. Ya Rabb, kuatkanlah aku untuk menerima segala resiko yang harus aku jalani. Jika bukan dia yang tepat siapkanlah seseorang yang jauh lebih baik dan tepat untukku. Aku ingin menjadi seorang imam bagi calon makmumku, dia yang menyejukkan hati dan menentramkan jiwaku, yang semakin menambah rasa cintaku padanya untuk mencintai Engkau Ya Rabb. Ingin sekali aku membangunkannya di sepertiga malam terakhir, kemudian dengan senyum yang indah dia menyambutku dan langsung mengajakku mengambil air wudhu dan bersujud padaMu. Dzikir dan doa senantisa terlantun semakin memperkuat hubungan halal kami. Kemudian apapun yang aku lakukan bersamanya bernilai ibadah dihadapanMu.
Pertemukanlah Ya Rahiim, dengan seseorang yang aku yakini akan mengajakku ke surgaMu. Orang yang selalu menyayangiku dan menghiburku dengan penuh keikhlasan. Orang yang selalu menjaga pandangannya terhadap lelaki lain, dan hanya denganku dia akan memadu kasih yang halal dan diridhoi Engkau. Orang yang akan menjaga lisannya untuk tidak menyakiti saat aku begitu menjengkelkan, justru pelukan hangatnya yang akan meluluhkan hatiku. Selalu mengingatkanku untuk tidak mencintainya melebihi cintaku pada Engkau.
Ya Rabb, pertemukanlah aku dengan seseorang yang kecantikannya membuatku semakin bersyukur atas nikmatMu. Sinar wajahnya yang selalu menyejukkan hatiku, membuatku luluh disaat aku merasa kesal dengan kebiasaan buruknya. Orang yang selalu sabar menghadapiku, dengan penuh kelembutan membujukku untuk tidak menuruti nafsu amarahku. Atas izin Engkau Ya Rabb, aku yakin Engkau akan selalu memberikan yang terbaik. Jika memang “DIA” adalah yang engkau maksud , maka jangan jadikan perasaan ini semakin menjadi, sehingga aku semakin berusaha untuk menunjukkan perasaan itu padanya. Jangan jadikan rasa cinta ini melebihi cintaku pada Engkau. Sehingga aku selalu di sibukkan dengan perasaan ini., yaitu selalu mencari cara untuk dapat menyita perhatiannya. Namun pertemukanlah kami segera dengan jalan yang Engkau Ridhoi. Segerakanlah ikat hati kami dengan ikatan yang halal lagi suci. Sungguh, tidak ada yang tidak mungkin selain atas izinMu Namun jika bukan dia yang terbaik, maka hapuslah namanya dalam hati dan pikiranku. Jangan jadikan rasa ini menghancurkanku. Berikan kekuatan dan keikhlasan untukku menerima takdir yang telah Engkau gariskan. Dan gantilah dengan orang yang lebih baik dari dia yakni yang sesuai dengan PROPOSAL yang telah aku ajukan Ya Rabb… inilah PROPOSAL CINTAKU. Aku tidak ingin menjalani hubungan yang tidak halal. Jadikan hati ini mampu mengalir menjalani apa yang telah Engkau gariskan. Segerakanlah Ya Rabb…… agar pikiran ini tidak dihantui lagi dengan kesenangan nafsu duniawi. Terima kasih atas janjiMu yang benar. Aku akan selalu menunggu keputusan terbaikMu Ya Rahman Ya Rahiim Sang Pemilik cinta yang suci lagi hakiki. Aamiin Ya Robbal`alamin
Yah, dan itulah proposal cintaku yang ku tujukan kepada Pemilik Hati ini. Aku ridho ya Alloh atas semua yang Engkau berikan, karena ku yakin itu adalah yang terbaik bagi hambamu. Kini ku ingin terus memperbaiki diri ini untuk menjadi lebih baik lagi dan semakin mendekat kepadaMu serta tak pernah berhenti berdoa, hingga Engkau mengijabahi doa hamba.

SEKALI LAGI MAAF

Sekali lagi ku ingin meminta maaf padamu,
Maaf karena lancangku mengutarakan perasaan ini
Maaf bila ku terlalu berlebihan
Maaf akan semua kesalahanku
Maaf jika aku mencintaimu hanya karena satu hal saja, yaitu kamu yang mendekatkanku kepada Tuhan.
Mungkin jika bukan karena hal itu aku mudah untuk melupakanmu. Tapi karena hal itu, aku tak tahu kapan rasa ini akan pergi. Rasa ini layaknya hujan yang turun aku tak tahu kapan ia akan turun, seberapa deras ia akan mengguyur tubuh ini. Pun aku tak tahu kapan ia akan menjadi reda. Harapku, semoga setelah hujan ini mereda akan muncul pelangi indah yang akan membuat indah kehidupan ini.
Pengalaman membuatku mampu untuk mengenal sebuah kesalahan, bilamana aku melakukannya lagi. Dan pengalaman mengajariku tuk dengan rendah hati memohon maaf padamu.
 Hello, from the other side, Imust`ve called a thousand times t0 tell you I`m sorry, for everything that I`ve done. Hello from the outside, at least I can say that I`ve a tried to teel you I`m sorry for everything my mistake. Please forgive me……………

TERIMA KASIH KAMU

Betapa banyak dia telah mengubah hidupku dan mungkin dia pun tak pernah menyadari dan mengetahuinya. Atau bahkan dia mengira bahwa semua yang aku katakan hanyalah kebohongan semata. Tapi sudahlah, hal itu sekarang tak terlalu penting lagi. Tapi ku ingin dia yakin jika aku tak akan pernah membencinya. Aku tak akan bisa membenci seseorang yang telah mengubah hidup ini menjadi lebih baik. Tak akan pernah bisa dan sampai kapanpun tak akan mampu diri ini membencinya.

Terima kasih untukmu…….
Terima kasih, telah mengijinkanku untuk mengenalmu. Meski itu hanya terasa mimpi, yang dapat hilang tiba – tiba ketika aku terbangun dari tidurku Terima kasih telah menghidupkan “rasa” itu lagi. “rasa” yang sudah terkubur lama. Dan kini mungkin aku harus mengubur kembali “ rasa” itu. Terima kasih , sudah mendekatkan ku dengan Sang Pemilik Hati. Terima kasih, telah membuatku menjadi lebih baik dari aku yang dulu. Terima kasih, telah membuatku menjadi lebih bahagia dan selalu tersenyum apapun keadaannya. Terima kasih telah memaafkan segala kesalahanku. Karena tak ada manusia yang sempurna, ku yakin banyak kekhilafan yang ku lakukan. Terima kasih…… Terima kasih Kamu……..Iya……. kamu…………

“ I just want to let you know. All the things you did for me don`t go unnoticed. You`re important pieces to this puzzle. Thank you for everythings. If I told you how much I appreciate you. I would be talking the rest of my life.”
“Aku hanya ingin kamu tahu, semua yang kamu lakukan untukku tidak akan pernah terlupakan. Kamu potongan penting dari puzzle ini. Terima kasih untuk semuanya. Jika aku bilang kepada kamu, betapa aku menghargaimu. Aku mungkin mengatakan sampai akhir sisa hidupku.”

CINTAKU ANTI MAINSTREAM
Aku mencintaimu dengan cara yang berbeda Aku mencintaimu dengan caraku Di setiap sujud selalu ku selipkan do`a untukmu. Aku mencintaimu bukan karena parasmu, bukan karena pakaianmu, bahkan hartamu. Aku mencintaimu karena kamu mendekatkan ku kepada Tuhanku Karena ku tahu hati ini milikNya
Karena jiwa ini milikNya
Karena rasa ini pun milikNya Karena aku mencintaimu, aku harus menjauhimu…….. Karena aku mencintaimu, aku harus melepasmu……. Hingga takdir yang akan memutuskan…….

Rawu yama

Events