MENCINTAIMU DALAM DIAM
Serupa isyarat yang menikahi diam, begitulah
aku.
Mendoakan keselamatan untukmu, dan meyakinkan
Allah untuk memberi petunjuk bagimu,
Bahwa telah ku mantapkan lahir dan bathinku
untuk menjadi pendamping hidupmu.
Mencintaimu dalam diam bukan karena bibirku
tak mampu bersuara.
Tapi aku takut apabila terlalu banyak
mengumbar cinta,
Membuat cintaku padamu melebihi cintaku pada
Alloh.
Meyakinkan Alloh lewat kerja akhlak dan
tindak yang baik,
Mungkin bisa menjadi sebuah proses bahwa kepantasanku
Menjadi pendamping hidupmu, bukan sebatas
kata kata.
Kita boleh jauh di mata, aku di sini dan
engkau di sana.
Namun, dalam yakinku ‘kita menghadap kiblat
yang sama’ dan
Sama sama mengharap kesejatian cinta atas
kehendakNya.
Dari itu, meski kita jauh di mata, namun
dekat di doa. Bukankah itu lebih dari cukup
untuk berkarib ajar kasih sayang dalam
naungan ridhoNya?
Percayalah, akan tiba waktunya kita
mendewasakan cinta melalui pernikahan.
Asalkan isyarat yang sama sama kita sampaikan
pada Alloh benar mampu kita pahami
Sebagai kebijaksanaan pecinta yang saling
mencinta.
Jikapun kita tidak berjodoh,
Itu bukan isyarat yang mewujud doa tak
diketahui maknanya oleh Alloh.
Tetapi ada saat di mana kita harus memahami
satu perkara bahwa
‘apa yang terbaik menurut kita, belum tentu
yang terbaik bagiNya’

Tidak ada komentar