Wahai angin……
Kutitipkan hembusan cinta suci ini…..
Untuk orang terkasih dari orang yang paling ku saying,
Orang terhebat dari orang orang istimewa….
Dia adalah sosok yang dulu aku berada diperutnya selama 9 bulan, Yang kerap kubentak !!
Saat inginku tak terpenuhi
Yang kerap aku acuhkan,
Saat dia penuh harap akanku….
Ibu….
Koreng ini belum juga mongering ….
Bahkan nanah ini kian membusuk….
Pada jiwa tak tenang….
Pada sujud sepertiga malam itu doaku melambung
Bertebaran bersama meteor….
Membentuk satu rasi…..
Ku mencipta wajah teduhmu dalam lentera kalbuku…..
Nasehat bijakmu menambal luka luka akhlakku…
Aliran deras dari sudut mataku’ Menyiratkan duka…..
Penyesalan,
Dulu aku menyisakan luka menganga….
Membekas, mengguratkan lara,
Keluh kesahmu tak pernah kau adu padaku,
Kau tegar dalam segala pahitnya kenyataan,
Kini ku terlahir bagai bayi suci….
Merengek…
Memohon……
Mengemis maaf dari hatimu….
Senyum simpul nan renyahmu teramat tulus,
Menyambut segala “kekurangajaranku”
Harapku…..
Bisa tidur terlelap di telapak kakimu
Kelak….
Ingin kucium kakimu,
Memelukmu erat pada taman taman surga
Duduk berdua…..
Bercengkrama mesra pada dipan dipan milikNya,
Ibu….. Kau tahu ?
Curahan hidupku untukmu,
Dunia harus tahu, bawa aku sangat mencintaimu….
Robbi, ijinkan aku melukis bahagia pada jiwanya….
Menopang segala kepayahannya….
Ibu…. I LOVE YOU……..
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Tidak ada komentar