Ya, Robb……..
Telah lama aku
terjerembab pada sesuatu yang Engkau tidak sukai. Oleh karena itu aku ingin
sekali bercerita kepadaMu. Berkeluh kesah atas apa yang aku alami saat ini.
Karena hanya Engkau lah sebaik baik tempat kembali. Sebelum semuanya terlambat.
Sungguh aku yakin Engkaulah yang menggugah hati nurani ini, untuk segera
kembali kepadaMu dan berjalan pada koridor kebenaran. Hanya atas izin Engkau
hati nurani manusia akan di buka atau di tutup serapat rapatnya.
Ya, Robbul
‘Izzaty…
Banyak sekali
kesalahan yg telah aku lakukan. Sungguh aku merasa malu atas dosa yg telah aku
perbuat. Tapi aku yakin pintu taubat masih terbuka lebar untuk hambamu.
Dulu aku salah
dalam mengartikan sebuah perasaan cinta. Dalam benakku cinta itu harus di
ungkapkan, agar orang yang aku cintai tahu. Kemudian kami menjalin hubungan
yang tidak jelas arah dan tujuannya. Semakin ku ungkapkan perasaan itu semakin
berkurang rasa cintaku kepadanya.
Namun kini aku
semakin sadar, bahwa usiaku tidak remaja lagi. Saatnya aku mengakhiri permainan
dan lelucon kanak kanak itu. Aku mulai merindukan sesosok jiwa yang katanya
bagian dari tulang rusuk ini. Terasa ada yang kurang dalam jiwaku, terasa sudah
tak mampu lagi aku menahan gejolak yang meletup letup dalam diriku.
Ya Robb, hati
kecilku mulai menari nari. Seperti ada harapan yang menghampiri setelah
pertarungan batin yang begitu hebat. Akupun berusaha memberanikan diri untuk
menghubuginya, terasa malu hati memang. Namun apa lagi yang bisa kuperbuat
selain berdoa dan berusaha. Aku hanya ingin berusaha Ya Rabb, untuk memecah
ketidak mungkinan itu. Sungguh aku yakin, janji Engkau adalah benar. Bahwa
Engkau tidak akan merubah suatu kaum, sampai kaum itu mau merubahnya sendiri.
Inilah usahaku untuk memperjuangkan pilihan yang terbaik menurut Engkau.
Keyakinanku, bahwa tidak ada hal yang kebetulan, karena semua telah engkau
skenariokan termasuk bagaimana aku bisa menemukannya. Meski masih samar samar,
namun inilah kisi kisi hidup yang Engkau berikan. Sungguh kebesaranMu akan
membawaku pada jawaban atas kisi kisi itu.
Ya, Rabb,
maafkan aku. Mungkin aku seperi membuka jalan untuk bermaksiat, namun akupun
takut dia telah memiliki hati yang sedang di incarnya. Dia begitu acuh kepadaku
dan hanya seperlunya saja. Dia tidak bertanya banyak tentangku. Dia tidak
berbicara sebelum aku bertanya. Argh… mungkin dia tidak tertarik kepadaku.
Mungkin ia telah memiliki pujaan hati lainnya.
Mungkin aku
sudah terlambat……
Banyak sekali
pertanyaan yang muncul di benakku, bahkan akupun berpikir apakah aku harus
menyerah? Rasanya ingin mengatakan langsung apakah dia mau bersamaku, namun aku
takut dia justru tambah tidak menyukaiku. Serba salah aku dibuatnya. Lantas apa
yang harus aku lakukan? Akhirnya akupun memutuskan untuk sejenak tidak
menghubunginya. Mulai saat itu juga aku simpan rapat rapat rasa penasaranku
itu. Biarlah hanya Engkau yang tahu Ya Rabb…
Belum pula aku mengetahui, apakah dia memiliki
agama yang baik dan mempunyai akhlaq yang baik. Namun aku tidak bisa memendam
keinginan untuk membuka hp dan menghubunginya kembali. Aku takut dia berpikiran
yang pada akhirnya hanya akan merendahkan derajatku sebagai laki laki. Aku
hanya bisa memberikan sinyal sinyal melaluyi sms dan media social. Dia terlihat
masih saja diam, dan dia seperti sibuk dengan yang lainnya. Rasa ingin
menyerahpun kadang menghantui. Tapi aku sadar Ya Rabb, tidak ada yang tidak
mungkin atas izinMu. Selau ada harapan disaat aku selalu bergantung kepada Mu.
Saat ini aku hanya bisa berusaha dengan sangat hati hati dan berdoa, karena
saat menyimpan nama seseorang dalam hati dia bisa hilang begitu saja, hati
mudah berbolak balik. Namun jika menyimpannya dalam doa, maka dia akan tertanam
di langit.
Aku merasa
penasaran dengan “DIA” meski aku tidak mengenalnya, begitu pula “DIA”. Namun
aku yakin atas izin Engkau entah dengan cara apapun, entah dari jalan manapun,
jika memang aku dan “DIA” berjodoh maka Engkau akan pertemukan. Namun , jika
tidak jangan jadikan hati ini rapuh, sakit dan melampaui batas. Ya Rabb,
kuatkanlah aku untuk menerima segala resiko yang harus aku jalani. Jika bukan
dia yang tepat siapkanlah seseorang yang jauh lebih baik dan tepat untukku.
Aku ingin
menjadi seorang imam bagi calon makmumku, dia yang menyejukkan hati dan
menentramkan jiwaku, yang semakin menambah rasa cintaku padanya untuk mencintai
Engkau Ya Rabb. Ingin sekali aku membangunkannya di sepertiga malam terakhir,
kemudian dengan senyum yang indah dia menyambutku dan langsung mengajakku
mengambil air wudhu dan bersujud padaMu. Dzikir dan doa senantisa terlantun
semakin memperkuat hubungan halal kami. Kemudian apapun yang aku lakukan
bersamanya bernilai ibadah dihadapanMu.
Ya Rabb,
pertemukanlah aku dengan seseorang yang kecantikannya membuatku semakin
bersyukur atas nikmatMu. Sinar wajahnya yang selalu menyejukkan hatiku,
membuatku luluh disaat aku merasa kesal dengan kebiasaan buruknya. Orang yang
selalu sabar menghadapiku, dengan penuh kelembutan membujukku untuk tidak
menuruti nafsu amarahku. Atas izin Engkau Ya Rabb, aku yakin Engkau akan selalu
memberikan yang terbaik.
Jika memang
“DIA” adalah yang engkau maksud , maka jangan jadikan perasaan ini semakin
menjadi, sehingga aku semakin berusaha untuk menunjukkan perasaan itu padanya.
Jangan jadikan rasa cinta ini melebihi cintaku pada Engkau. Sehingga aku selalu
di sibukkan dengan perasaan ini., yaitu selalu mencari cara untuk dapat menyita
perhatiannya. Namun pertemukanlah kami segera dengan jalan yang Engkau Ridhoi.
Segerakanlah ikat hati kami dengan ikatan yang halal lagi suci. Sungguh, tidak
ada yang tidak mungkin selain atas izinMu
Namun jika bukan
dia yang terbaik, maka hapuslah namanya
dalam hati dan pikiranku. Jangan
jadikan rasa ini menghancurkanku. Berikan kekuatan dan keikhlasan untukku
menerima takdir yang telah Engkau gariskan. Dan gantilah dengan orang yang
lebih baik dari dia yakni yang sesuai dengan PROPOSAL yang telah aku ajukan
Ya Rabb… inilah
PROPOSAL CINTAKU. Aku tidak ingin menjalani hubungan yang tidak halal. Jadikan
hati ini mampu mengalir menjalani apa yang telah Engkau gariskan. Segerakanlah
Ya Rabb…… agar pikiran ini tidak dihantui lagi dengan kesenangan nafsu duniawi.
Terima kasih atas janjiMu yang benar. Aku akan selalu menunggu keputusan
terbaikMu Ya Rahman Ya Rahiim Sang Pemilik cinta yang suci lagi hakiki.
Aamiin Ya
Robbal`alamin

Tidak ada komentar